Pada tanggal 16 April 2010 bertepatan dengan hari Jumat, bersama kawan-kawan di kantor saya menuju ke Sabang. Berangkat dari Pelabuhan Ule Lheu dengan kapal cepat yang memang sangat cepat. Tidak terasa sudah sampai ke Pelabuhan Balohan hanya dalam waktu 40 menit. Tapi, kurang romantis jika naik kapal cepat ini karena tidak leluasa menikmati lautan yang indah.
Kata-kata yang keluar dari mulut ketika pertama menginjakkan kaki di tanah Sabang adalah Subhanallah! Wow, pulau yang indah! Perjalanan kami lanjutkan ke tempat yang akan kami jadikan base kami yaitu ke Gapang, sekitar 60 menit dari Pelabuhan Balohan. Jalan menuju kesana sedikit lebih terjal daripada jalan di Seulawah. Tapi, perjalanan di Takengon menduduki peringkat nomor satu dari pada yang lain (referensi dari Dara Adila yang pernah menakluki jalan-jalan di Takengon) ;). Perjalanan ini pun sangat berkesan, ribuan pemandangan indah mencuci mata saya yang sedikit lelah dengan pemandangan di Banda Aceh. Setelah satu jam kami menempuh perjalanan yang menimbulkan ketegangan yang menyenangkan, kami sampai ke Gapang. Cottage yang kami tempati lumayan bagus dan nyaman untuk mengambil beberapa gambar bagus. Wah senangnya ;)
Keesokan harinya, kami melewati hari dengan duduk di ruangan untuk membahas agenda kerja. Lelah tapi menyenangkan. Sore hari kami melepaskan kepenatan dengan mengelilingi pantai Gapang. Beberapa kawan segera berlari menuju ke air laut yang sangat menggoda, tapi saya tidak karena takut air ;) . Banyak gambar yang saya ambil dari kecantikan alam Sang Sempurna. Senja pun memanggil dan kembali menuju ke Cottage untuk menghadapi Sang Sempurna.
Pagi Minggu, saya dan kawan-kawan mempunyai kesempatan menuju ke Zero Point of Indonesia (Titik Nol Kilo Meter). Again, Subhallah! Sangat indah. Hamparan Samudera Hindia menyambut kami dengan ikhlas. Saya sangat bangga bisa menginjakkan kaki di tanah yang menjadi titik paling ujung di Kepulauan Indonesia. Setelah menapakkan kaki di daratan paling ujung Indonesia ini, kami menuju ke Iboih, daratan yang sangat ramai di hari libur. Ketika kami sedang menikmati pemandangan pulau Rubiah yang ada di depan pantai Iboih, tiba-tiba seorang laki-laki mendatangi kami dan menawarkan jasa guide tour keliling setengah pulau Rubiah (tidak lucu kan setengah saja? Karena kalau keliling penuh pulau tersebut harganya mahal, hehehhe) dengan harga Rp. 150.000,- selama 30 menit plus pemandangan alam bawah laut yang keren sekali. Sangat puas dan benar-benar liburan yang sangat bermakna.
Dari Iboih kami menuju ke Kota Sabang untuk mencari makan siang sebelum menuju ke Pelabuhan kembali ke Banda Aceh. Jam 4 sore kapal akan berangkat dan sebelumnya kami menyempatkan diri untuk mengelilingi kota Sabang dan berhenti lama di Mesjid yang sangat indah, lagi lagi dan lagi sangat indah.
Jam 4 kami meninggalkan pulau yang selalu indah ini menuju kembali ke Banda Aceh yang menawarkan seribu satu kesibukan.
With Love,
Dara Adila
0 komentar:
Poskan Komentar